Hutan Monyet Sangeh

sangeh-bali

Bagi masyarakat Bali, Sangeh Bali memiliki arti tersendiri. Meskipun belum semua masyarakat Bali sendiri juga telah mengunjungi hutan sakral ini, tetapi kebanyakan dari mereka sudah tahu tentang tempat ini. Ya, Sangeh Bali adalah tujuan yang sangat populer di pulau Bali. Di samping itu juga ada tempat wisata Bali yang mirip dengan Sangeh yaitu Hutan Monyet Ubud. Sangeh Bali juga dikenal sebagai hutan monyet sakral yang disucikan oleh masyarakat Bali.

Ada sebuah legenda yang menceritakan bahwa ketika Hanuman (seorang prajurit monyet dalam mitos Hindu) mengangkat gunung Mahameru di Jawa, dan beberapa bagian gunung tersebut runtuh di Bali. Sebagian runtuhan dari gunung itu disebut Bukit Sari. Bukit tersebut kemudian dihuni oleh monyet-monyet. Yang kemudian Bukit Sari ini menjadi tidak lestari setelah dibuat menjadi taman oleh kerajaan Mengwi pada jaman dulu.

Kawasan hutan Sangeh ditata menjadi seperti taman. Banyak monyet Sangeh menghuni hutan ini dan menjadi simbol untuk Sangeh. Tujuan wisata Bali ini terletak di desa Sangeh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Jaraknya sekitar 20 km dari Denpasar atau pantai Kuta dan perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit.

hutan sangehSelain dikenal sebagai hutan monyet, Sangeh Bali juga memiliki banyak pohon pala yang tumbuh subur di area Sangeh. Usia pohon ini sekitar ratusan tahun, bahkan ada yang sampai tiga ratus tahun. Pohon-pohon memiliki struktur yang baik, tumbuh lurus ke atas, dan ada yang mengatakan pohon pala ini tidak bisa tumbuh di tempat lain selain Sangeh. Masyarakat lokal juga tidak berani menebang pohon, walaupun pohon telah layu dan mati. Ada pohon yang diberi nama “Lanang Wadon” (lanang = laki-laki, wadon = perempuan) karena berbentuk seperti kelamin laki-laki dan perempuan. Masyarakat sekitar juga mengatakan, monyet-monyet dibagi menjadi tiga wilayah dan mereka semua berpusat di sebuah pura suci yang disebut Pura Bukit Sari.

Monyet Sangeh memiliki karakter sifat yang liar. Hewan ini sering “mengambil” sesuatu dari wisatawan dan tidak akan dikembalikan jika tidak ditukar dengan makanan. Untuk para wisatawan, disarankan untuk tidak membawa benda-benda yang menggantung di leher, seperti kamera, ponsel, kacamata hitam ataupun topi.

Anda hanya perlu membayar Rp. 9.500,- per orang untuk dapat berinteraksi dengan monyet-monyet liar yang berada di dalam hutan Sangeh. Tata letak tempat di tempat wisata ini disetting sangat baik. Ada jalan yang dirancang khusus untuk pejalan kaki bagi wisatawan sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan hutan tersebut dengan nyaman. Hutan Sangeh ini terletak di dekat jalan raya, sehingga mudah dijangkau dengan bus, mobil, ataupun motor. Di tempat ini juga tersedia banyak toko souvenir dan pasar seni untuk memuaskan pengunjung yang ingin membeli oleh-oleh khas Sangeh bali. Klik di sini untuk menemukan hotel dekat Sangeh.

Do you have any experience, questions, or more info about this? Please add a comment.

Leave a Reply





  • Nusa Penida dan Quicksilver Cruise Bali

    pulau nusa penida bali Pulau Penida atau Nusa Penida merupakan pulau yang indah dekat Bali yang terletak di Kabupaten Klungkung. Dibandingkan dengan daya tarik tempat wisata lainnya, Nusa Penida mungkin tidak sepopuler pantai Kuta. Namun, keindahan alamnya tidak kalah mengesankan. Pulau Nusa Penida tidak...

  • Mata Air Suci di Pura Tirta Empul

    pura-tirta-empul Gianyar merupakan salah satu kecamatan di Bali yang terkenal dengan seninya. Banyak seniman yang berasal dari kecamatan Gianyar ini, beberapa seni yang terdapat di Gianyar Bali yaitu lukisan, tari, dan artis kerajinan. Selain dalam hal seni, Gianyar juga dikenal dengan...

  • Ramada Resort Camakila, Legian Bali

    ramada-resort-Camakila-hotel Ramada Resort Camakila merupakan hotel bintang empat yang terletak langsung di pantai Legian yang indah di Bali. Anda dapat mencapai hotel ini hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit dari Bandara Ngurah Rai, 30 menit dari Denpasar dan 35 menit dari...