Melestarikan Kehidupan di Pura Luhur Batukaru

Halaman Depan Pura Luhur Batukaru, Tabanan

Pura Luhur Batukaru merupakan sebuah tempat untuk memuja “Sang Pencipta” sebagai “Dewa Mahadewa”. Menurut keyakinan masyarakat setempat, Sang Dewa Mahadewa juga disebut sebagai “Ratu Hyang Tumuwuh” yang artinya “Tuhan yang menumbuhkan segala sesuatu”. Aspek elemen Tanah dan Air menumbuhkan bermacam tumbuhan yang akhirnya dapat menyokong kehidupan, terutama kehidupan manusia. Oleh karena itu, manusia hendaknya ingat dan melestarikan tanah, air, dan tumbuhan yang ada di alam, demi terjaganya keseimbangan kehidupan. Sebagai ucapan rasa syukur, Pura Luhur Batukaru menjadi pusat peribadatan untuk memuja Ratu Hyang Tumuwuh yang telah menciptakan alam semesta dan segala isinya.

Bagian Dalam Kompleks Pura Luhur Batukaru TabananPura Luhur Batukaru juga merupakan sebuah bentuk bakti kepada Hyang Tumuwuh, sebagai Yang Menciptakan energi alam semesta dan segala isinya (tanah, air, dan tumbuhan) serta membuat unsur-unsur tersebut berjalan dengan benar. Selain sebagai tempat peribadatan umat Hindu, pura ini juga sebagai bentuk peringatan kepada manusia agar tetap menjaga dan melestarikan kehidupan dan alam. Untuk fungsi tersebut, tak heran jika Pura Luhur Batukaru ini dikelilingi oleh alam yang menakjubkan. Jika Anda mencari tempat yang tenang sekaligus menyegarkan jiwa, pura ini akan menjadi pilihan yang tepat.

Objek Wisata

Pepohonan Yang Mengelilingi Pura Luhur Batukaru, TabananPura Luhur Batukaru terletak di lereng kaki Gunung Batukaru, dengan ketinggian lokasi pura sekitar 700 Mdpl. Pura ini dikelilingi oleh alam yang asri nan menakjubkan. Tak hanya keindahan arsitektur pura saja, Anda juga bisa menikmati keasrian alamnya yang masih sangat terjaga. Di sekitar pura masih banyak terdapat pepohonan yang besar dan rimbun. Pepohonan tersebut juga menjadi sarang bagi bermacam jenis burung, kera, dan hewan lainnya.

Danau dan Kolam di Area Pura Luhur Batukaru TabananTak hanya itu, air yang berasal dari mata air alami juga mengalir melewati kompleks pura. Sehingga Anda juga bisa menikmati merdunya gemericik air dan merasakan kesegaran airnya. Di dalam kompleks pura, air tersebut dialirkan ke beberapa tempat penampungan dan pancuran. Air tersebut juga digunakan oleh masyarakat untuk membasuh diri sebelum dan sesudah beribadah. Bahkan, Anda akan menemui sebuah danau kecil di halaman utama komplek Pura Luhur Batukaru ini.

Pancuran Kolam di Pura Untuk Membersihkan Diri

Memasuki pelataran depan kompleks Pura Luhur Batukaru, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam nan asri. Pemandangan candi-candi dari kejauhan, dengan latar belakang Gunung Batukaru dan hutan yang rimbun di sekelilingnya. Di sebelah kanan Anda akan menemui sebuah danau dengan pancuran di tengahnya. Tak jauh dari tepi danau, Anda akan menemukan sebuah pancuran yang berasal dari mata air alami. Pancuran ini yang digunakan untuk membasuh diri dalam rangka peribadatan.

Selain itu Anda juga akan menemui beberapa artefak kuno yang berupa Menhir dan Palinggih Kampuh (batu berukir atau berbentuk). Artefak-artefak tersebut tersebar di halaman depan Pura Luhur Batukaru ini. Menurut penjaga pura (Krama Pangempon), pada jaman dulu Palinggih Kampuh tersebut merupakan media untuk pemujaan roh-roh orang yang telah berjasa bagi penduduk. Namun saat ini artefak-artefak tersebut sudah tidak lagi digunakan.

Di bagian utama kompleks pura ini, Anda akan menemukan sekitar 24 bangunan. Semua bangunan tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Baik untuk fungsi utama yaitu tempat peribadatan, maupun fungsi penunjang peribadatan. Pusat aktivitas di pura ini berada di deretan pura yang berbentuk candi. Sebanyak 5 pura berjejer dengan atap yang tidak berbentuk Meru, namun berbentuk seperti candi di Pulau Jawa. Pada Candi-candi inilah umat Hindu melaksanakan peribadatan untuk menyembah Ratu Hyang Tumuwuh.

Bagi Anda yang berkunjung ke Pulau Bali, sempatkan waktu Anda untuk mengunjungi Pura Luhur Batukaru ini. Karena bagi masyarakat Hindu di Bali, Pura Luhur Batukaru ini merupakan salah satu dari enam pura yang dianggap penting. Atau yang biasa disebut sebagai Sad Kahyangan. Sedangkan Sad Kahyangan lainnya tersebar di seluruh Pulau Bali, seperti Pura Pusering Jagat, Pura Uluwatu, Pura Besakih, Pura Lempuyang Luhur, dan Pura Goa Lawah.

Lokasi

Pura Luhur Batukaru berada di Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, sekitar 43 Kilometer sebelah Utara Kota Denpasar.

Akses

Dari Kota Denpasar, Anda bisa mencapai Pura Luhur Batukaru ini dengan kendaraan pribadi sekitar 45 Menit perjalanan. Namun Anda juga bisa mengunjungi pura ini langsung dari Bandara Ngurah Rai. Dengan menggunakan kendaraan darat, Anda akan mencapai Pura Luhur Batukaru selama kurang lebih 90 Menit perjalanan.

Harga Tiket

Anda bisa memasuki area pura dengan membayar tiket masuk sekitar Rp. 15.000,- per orang.

Fasilitas dan Akomodasi

Di area Pura Luhur Batukaru tersedia beberapa fasilitas untuk pengunjung seperti area parkir dan toilet.

Do you have any experience, questions, or more info about this? Please add a comment.

Leave a Reply





  • Hutan Monyet Ubud (Ubud Monkey Forest)

    hutan monyet ubud bali Hutan Monyet Ubud terletak di Desa Ubud, berjarak kurang lebih 1 km dari pusat desa Ubud, dan berjarak sekitar 26 km dari Denpasar. Hutan ini merupakan hutan kecil yang dihuni oleh monyet dan merupakan tempat yang disucikan karena terdapat sebuah...

  • Romantisme Pantai Jimbaran

    bali-jimbaran Pantai Jimbaran adalah sebuah teluk yang sangat populer di Bali. Bali jimbaran bay juga dikenal sebagai pasar ikan, karena di tempat ini juga terdapat sebuah dermaga yang berfungsi untuk menyandarkan kapal bagi nelayan yang selesai melaut. Di Bali jimbaran bay,...