Pura Goa Lawah dan Pantai Kusamba

pura-gua-lawah

Pantai Kusamba merupakan obyek wisata pantai yang menarik untuk dikunjungi, berjarak sekitar 7 km ke arah timur dari wilayah Semarapura. Pantai ini merupakan rumah nelayan tradisional dan petani garam masyarakat Bali. Pantai dengan hiasan pasir hitam ini memiliki panorama indah yang tidak kalah dengan pantai Bali lainnya. Para nelayan dan petani garam di sini masih menggunakan cara-cara lama yang diajarkan dari generasi ke generasi pantai kusamba bali oleh nenek moyang mereka untuk menangkap ikan di laut dan membuat garam. Wisatawan yang datang ke sini dapat melihat bagaimana nelayan menangkap ikan di laut dan juga dapat melihat bagaimana pembuatan garam di pantai dengan cara tradisional.

Pantai Kusamba ini juga dekat dengan pelabuhan yang merupakan akses transportasi tradisional ke pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan yang terkenal di wisata bahari mereka. Pantai ini disebut “Pantai Kusamba” karena pantai ini berada di desa Kusamba. Dibutuhkan waktu sekitar 90 menit dari Bandara Ngurah Rai dan berjarak sekitar 29 kilometer dari Kota Denpasar.

Pura Goa Lawah Bali

upacara di pura gua lawahJika Anda berjalan sekitar 3 km ke timur dari pantai Kusamba Anda akan menemukan gua kelelawar dan Pura Bali. Kedua tempat ini juga dikenal sebagai “Pura Goa Lawah” (Bat Cave Temple). Gua ini terletak di bukit, didalam gua ini terdapat ribuan kelelawar karena itu disebut Pura Gua Kelelawar. Pura ini sangat tua dan memiliki makna yang besar bagi masyarakat Bali.

Pura Goa Lawah Bali berjarak sekitar 49 km dari kota Denpasar, di daerah Dawan, Kabupaten Klungkung, atau berjarak sekitar 10 km sebelah timur dari Semarapura. Tidak ada yang tahu siapa dan kapan pura ini didirikan, tetapi pura ini diperkirakan didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-11.

Empu Kuturan datang ke Bali pada masa pemerintahan putra saudara Raja Airlangga. Raja Airlangga adalah raja Jawa Timur (1019-1042). Ketika Empu Kuturan tiba di Bali, dia menemukan banyak sekte agama. Kemudian, Empu Kuturan mengembangkan konsep “Tri Murti” yaitu menyatukan semua sekte. Empu Kuturan juga mengajarkan bagaimana membuat pura “Kahyangan Tiga” di setiap desa Bali. Dia juga mendirikan beberapa Pura “Kahyangan Jagat”, salah satunya adalah pura gua kelelawar.

Tempat ini memiliki pemandangan yang unik, yaitu sebuah gua yang terletak di bawah pohon-pohon rindang, sementara ada beberapa “Pelinggih” di mulut gua. Pada halaman pura berdiri beberapa “Meru“. Pelinggih Meru dan beberapa jenis tempat untuk menyembah Sang Hyang Widhi. Ada beberapa jenis Meru di sini, yaitu Meru Tumpang Tiga, Gedong Limasari dan Gedong Limascatu.

Masyarakat mengatakan gua ini dijaga oleh seekor ular raksasa bernama “Naga Basuki”, dan kelelawar merupakan cadangan makanan untuk ular ini. Masyarakat lokal juga mengatakan jika Anda menjelajahi gua ini, maka dapat membawa Anda ke Pura Besakih. Namun, belum ada seorang relawan yang bersedia untuk membuktikannya.

Do you have any experience, questions, or more info about this? Please add a comment.

Leave a Reply





  • Olahraga Air di Tanjung Benoa Bali

    pantai-tanjung-benoa-bali Pantai Tanjung Benoa Bali, atau disebut juga pelabuhan Benoa atau tanjung Benoa merupakan salah satu pantai wisata yang terkenal di pulau Bali. Pantai Bali ini terletak di ujung tenggara Pulau Bali dan berdekatan dengan daerah wisata Nusa Dua. Dibutuhkan waktu...

  • Pantai Dreamland Bali

    dreamland-bali Dreamland Bali adalah tujuan wisata yang sangat populer. Terletak di selatan pulau, di kompleks wisata Pecatu, Kabupaten Badung. Membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Pantai Kuta. Pantai Bali ini terletak di dalam Pecatu Graha Bali (Kuta Golf Resort). Lokasinya juga...

  • Air Terjun Nungnung

    air terjun nungnung bali Air terjun Nungnung adalah salah satu alternatif tempat wisata di Bali. Nungnung sendiri adalah nama sebuah desa yang terletak sekitar 1 jam perjalanan dari Denpasar. Tempat wisata ini terletak di Kabupaten Badung Bali, di ketinggian 900 meter di atas permukaan...